Mengenai Saya

Jumat, 15 April 2011

ENAM ARAH PENGLIHATAN

Mata  adalah salah satu indera yang dianugrahkan kepada kita oleh Allah. Mata berfungsi untuk melihat  alam ciptaan-Nya beserta isinya. Mata ini memperlihatkan kebesaran Allah SWT  dengan peristiwa-peristiwa alam yang terjadi.     Dengan melihat, kita dapat mengenal sifat-sifat dan zat-zat Allah SWT sebagai Sang Pencipta dan Penguasa alam semesta lebih dekat dan jelas. Untuk itu, semakin jelas kita melihat peristiwa-peristiwa alam semesta seharusnya semakin meningkat keimanan kita  kepada Allah SWT.
Leher adalah bagian dari tubuh mahluk hidup. Kaitannya dengan melihat, leher adalah alat bantu mata   guna mempermudah arah penglihatan. Tanpa leher sebenarnya mata dapat mengarahkan penglihatan ke atas, bawah, kiri dan kanan.Tetapi kondisi mata kurang nyaman.  Kalau tidak percaya, coba anda praktekkan dengan melihat ke atas, bawah, kiri dan kanan tanpa bantuan leher. Dapat saya pastikan mata kita akan cepat lelah, bahkan terasa sakit. Dengan dibantu leher kiranya mata dengan leluasa dapat melihat ke atas, bawah, kiri dan kanan. Jadi leher mempunyai peranan penting dalam menentukan arah penglihatan kita.
Saya ingin membahas makna dari arah penglihatan yang dianugrahkan kepada kita oleh Allah SWT. Dari sekian banyak artikel yang saya baca, penulis hanya membahas 2 (dua) arah melihat yaitu melihat ke atas dan melihat ke bawah. Padahal arah penglihatan yang dianugrahkan kepada kita ada 6 (enam), yaitu ke atas, bawah, kiri, kanan dan depan serta belakang.
Dianugrahkan arah penglihatan bagi kita oleh Allah SWT dengan maksud agar kita mau mengambil pelajaran dan mengoreksi diri dalam kehidupan yang kita jalani. Kita sebagai mahluk social harus melihat keadaan lingkungan di sekitar. Peristiwa yang terjadi di sekitar kita menjadi pelajaran yang berharga bagi kita. Saya mencoba membahas makna anugrah arah penglihatan yang diberikan oleh Allah SWT bagi kita.
Arah penglihatan ke atas adalah melihat kondisi derajat kehidupan di atas diri kita. Membahas penglihatan ke atas rasanya tidak mampu melihat titik akhirnya. Saya ingat pepatah “di atas langit ada langit”. Kita bisa melihat ke atas untuk melihat keberhasilan orang lain. Banyak orang kaya, pandai, pejabat dan lainnya yang mempunyai kehidupan yang lebih baik dari kita. Kalau kita melihat ke atas dan ingin seperti mereka, itu tidaklah salah. Penglihatan ke atas kita jadikan motivasi hidup. Namun yang salah adalah kita terbuai dengan hanya melihat keadaan di atas kita. Ingin menggapai harapan yang terus kita kejar. Tapi perlu diingat bahwa kemampuan kita tidak sama dengan mereka. Kalau sampai ambisius terhadap harapan dikhawatirkan keputusasaan yang akan diperoleh.
Arah penglihatan ke bawah adalah melihat kondisi derajat kehidupan di bawah diri kita. Sangat diperlukan sekali melihat kehidupan di bawah kita. Banyak orang kondisi derajat kehidupannya di bawah kita. Rasa syukur kepada Allah SWT harus kita ucapkan karena kita mempunyai kehidupan lebih baik. Melihat kehidupan di bawah dapat mempertebal keimanan dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Arah penglihatan ke kanan dan kiri adalah melihat kondisi derajat kehidupan yang sederajat dengan kita. Melihat kanan kiri juga mempunyai maksud melihat kondisi lingkungan sekitar kita. Kepedulian di masyarakat perlu kita tumbuhkan dalam diri kita. Kita sebagai mahluk social harus mempunyai rasa simpatik dan empati terhadap lingkungan kita.
Arah penglihatan ke depan adalah melihat kehidupan kita selanjutnya. Penglihatan ke depan ini sangat penting bagi kita. Kelanjutan kehidupan kita ditentukan cita-cita dan harapan yang kita buat. Untuk menggapai impian hidup harus menyusun rancangan langkah dan strategi guna mewujudkannya.
Arah penglihatan ke belakang adalah melihat sisi kehidupan di masa lalu. Penglihatan ke belakang diberikan oleh Allah SWT arahya terbatas hanya sekitar 450 . Maksud keterbatasan yang diberikan tersebut adalah jangan terlalu lama melihat masa lalu. Masa lalu adalah sesuatu yang perlu kita hargai. Masa lalu menjadi acuan intropeksi diri kita menuju kehidupan lebih baik. Kita tidak baik hanyut ke dalam masa lalu, karena kesedihan akan mengancam kehidupan.
Dalam kehidupan di dunia ini, enam arah penglihatan harus kita manfaatkan guna meraih kehidupan yang lebih baik. Kita harus proporsional dalam menggunakan 6 arah penglihatan yang dianugerahkan kepada kita. Jangan hanya melihat satu arah penglihatan saja. Melihat ke satu arah terus kita akan tersandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar